Ilustrasi jalan tol. Apa itu Multi Lane Free Flow atau MLFF. Apa itu pembayaran tol nirsentuh MLFF. Cara kerja MLFF.(Dok. Jasa Marga)
PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) Multi Lane Free Flow (MLFF) menargetkan proyek tersebut mulai diterapkan pada kuartal I-2025.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RITS Attila Keszeg dalam konferensi pers MLFF di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu (6/11/2024).
“Kami menargetkan MLFF bisa diterapkan pada Kuartal I-2025,” ujar Attila.
Namun, RITS menyatakan bahwa teknologi mereka sudah siap bila hendak diterapkan sekarang. Mereka saat ini tengah menunggu arahan pemerintah.
“Semua teknologi MLFF siap untuk dikerahkan, kami siap untuk berkolaborasi,” lanjut Attila.
Kolaborasi yang dimaksud adalah penerapan MLFF yang mana ekosistemnya menyangkut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RITS Reinaldi Hutomo menegaskan bahwa MLFF merupakan proyek bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Hongaria yang dimulai pada Maret 2021.
Pengembangan MLFF menggunakan Foreign Direct Investment (FDI) Pemerintah Hongaria sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau dengan kurs saat ini setara dengan Rp 4,7 triliun.
Untuk pengembangan teknologi hingga uji coba MLFF secara internal, separuh anggaran FDI tersebut atau sekitar 150 juta dolar AS sudah diserap.
“Sampai saat ini mungkin setengah lebih sedikit yang sudah terpakai,” tutur Aldi.
Aldi juga menegaskan, teknologi MLFF siap dan saat ini RITS menunggu pemerintah untuk menerapkannya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BPJT, MLFF dirancang sebagai solusi dari masalah antrean kendaraan di gerbang tol yang mengakibatkan kemacetan dan kerugian.
MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang akan mendeteksi pergerakan kendaraan di jalan tol lewat satelit.
Sementara dari sisi pengguna jalan tol, dibutuhkan electronic On Board Unit (e-OBU) atau aplikasi di gawai pintar yang digunakan untuk melakukan pendeteksian terhadap sistem MLFF.
Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi cepat tanpa setop (cantas) dan nantinya bisa diunduh di PlayStore maupun AppStore.
Melalui aplikasi ini, pengendara yang memasuki jalan tol akan dideteksi kendaraannya oleh sistem kemudian transaksi terjadi dan saldo elektronik pengguna akan terpotong secara otomatis.
Ada pun penerapan MLFF terus mundur dari jadwal, yang semula ditargetkan bisa diterapkan pada Juni 2023 hingga kini ditargetkan bisa diuji coba pada Desember 2024 di Jalan Tol Bali Mandara.
Source Artikel: www.kompas.com/properti

